Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu
‘anhaa wa waalidaihaa
BAB 5 TAYAMMUM
Anak-anakku_Hayyakumullohu_,
telah kalian ketahui pada pembahasan sebelumnya bahwa seseorang yang hendak
melakukan sholat diwajibkan atasnya untuk berwudhu’, dan berwudhu’ itu dengan
menggunakan air yang suci lagi mensucikan. Maka bagaiman ketika telah masuk
waktu sholat, kemudian kalian tidak mendapatkan air? Jika demikian keadaannya
maka boleh bagi kalian bertayammum. Tayammum secara istilah dalam syari’at
adalah sebuah peribadatan kepada Allah berupa mengusap wajah dan kedua tangan
dengan menggunakan sho’id yang bersih. Dalilnya adalah Firman Alloh:
وإن كنتم مرضى أو على سفر أو جاء
أحد منكم من الغائط أو لامستم النساء فلم تجدوا ماء فتيمموا صعيدا طيبا فامسحوا بوجوهكم
وأيديكم منه ما يريد الله ليجعل عليكم من حرج ولكن يريد ليطهركم وليتم نعمته عليكم
لعلكم تشكرون
“…Dan
jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air
(kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka
bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu
dengan tanah itu….”(Al Maidah : 6)
Dan
yang dimaksud dengan sho’id adalah tanah bumi. Dalilnya hadits Hudzaifah
bahwasanya Rosululloh bersabda:
وجعلت لناالأرض كلهامسجدا وجعلت تربتهالناطهورا إذا لم تجدالما ء
“Dan dijadikan
bumi sekuruhnya bagi kami sebagai masjid (tempat sholat), dan dijadikan
tanahnya sebagai alat pensuci apabila kami tidak mendapatkan air.(HR. Muslim)




