Tampilkan postingan dengan label Nashihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nashihat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Sebuah Nasehat & Renungan Untuk Para Wanita : “WANITA ITU SUKA BERHIAS DAN BERSOLEK”  

Penyusun : Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Wahai saudariku muslimah……,

Diakui ataupun tidak, kaum anda semuanya itu adalah mempunyai kebiasaan dan tabiat yang sama, yaitu suka terhadap perhiasan, sehingga anda semuanya adalah kaum yang suka berhias, berdandan dan bersolek. Banyak sekali dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan hal itu.

Diantaranya adalah firman Alloh Ta’ala :

أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ (١٨)

“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan (yakni anak wanita, edt.), sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.” (QS Az-Zuhruf : 18)

Ayat yang mulia ini sebagai celaan bagi orang-orang musyrik yang menganggap para Malaikat itu adalah sebagai anak-anak perempuan Alloh, dan mereka menyandarkan anak-anak perempuan bagi Alloh Ta’ala. Sedangkan mereka sendiri, tidak terlalu suka dan tidak mempunyai kebanggaan terhadap anak-anak perempuan. Sebagaimana hal itu ditunjukkan pada ayat sebelumnya :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَنِ مَثَلا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (١٧)

“Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah yang Maha Pemurah (yakni dengan kelahiran anak perempuan untuk mereka), jadilah mukanya hitam pekat, sedang dia amat menahan sedih (yakni mukanya menjadi merah padam karena malu dan sangat marah, padahal mereka sendiri yang mengatakan bahwa Alloh itu mempunyai anak perempuan, edt.).” (QS Az-Zukhruf : 17)

Sebuah Nasehat Untuk Para Wanita : “PAKAIAN TAQWA, ADALAH SEBAIK-BAIK PAKAIAN DAN PERHIASAN”  

Penyusun : Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Wahai saudariku muslimah….. , kita semua tentu memaklumi, bahwa berhias dan berpenampilan indah, adalah termasuk salah satu adab yang disyari’atkan dalam agama kita yang hanif (lurus) ini. Akan tetapi, yang penting untuk kita ketahui juga dalam perkara ini adalah bahwa perhiasan itu ada dua macam, yakni perhiasan dhohir (yang nampak dari luar), dan perhiasan batin (yang ada di dalam hati seorang muslim).

Dan perhiasan batin, adalah lebih penting untuk kita dahulukan dan kita perhatikan. Mengapa ? Ya, karena baiknya dan bagusnya batin seseorang itu akan membawa pada keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (٢٦)

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’roof : 26)

Al-Imam As-Syaukani rohimahulloh dalam tafsirnya (2/204) menjelaskan : “Yang dimaksud dengan pakaian taqwa adalah pakaian Al-Waro’ dan menjaga diri agar tidak terjatuh pada kemaksiatan. Yakni Waro’ terhadap diri sendiri (dengan berhati-hati dari semua perkara yang harom dan syubuhat, edt.) dan takut kepada Alloh Ta’ala. Yang demikian itu adalah sebaik-baik pakaian dan seindah-indahnya perhiasan.”

Seorang penyair Arab berkata :

إذا المرء لم يلبس ثيابا من التقى      تقلب عريانا وإن كان كاسيا

“Apabila seseorang itu tidak berpakaian dengan ketakwaan, dia berubah dalam keadaan telanjang meskipun dia berpakaian.”

Jumat, 23 November 2012

Cita-Cita Dibalik Sebatang Rokok


Oleh Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnatu Kaswita
_Saddadahallohu wa Ghofaro Dzambahaa_


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول لله وعلى آله ومن والاه أما بعد

Hukum merokok bagi orang-orang yang sudah Alloh beri hidayah memang sudah tidak asing lagi _Akan datang penjelasannya InsyaAlloh_. Ringan pula hatinya untuk meninggalkan rokok yang tidak membawa kemanfaatan sedikitpun, bahkan sebaliknya hanya akan mendatangkan berbagai kemadhorotan bagi kesehatan. Akan tetapi untuk menyadarkan orang awam dari kebiasaan merokok bukanlah perkara yang ringan, butuh proses dan perjuangan. Apalagi jika sudah menjadi pecandu rokok, maka sulit baginya untuk bisa lepas dari rokok. Peringatan tentang haromnya rokok dan bahaya rokok bgi kesehatan, seolah hanya angin lalu yang tak berarti, yang berhembus ke telinga kanan dan tak membekas di telinga kiri. Demikian pula yang terjadi pada seorang kakek yang menjadi actor dalam qishshoh yang akan penulis uraikan berikut ini.

Selasa, 20 November 2012

"Free Sex di Kalangan Remaja" Virus Maut yang Membudaya ((2))


Oleh Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnatu Kaswita
_Saddadahallohu wa Ghofaro Dzambahaa_

BAB 2
PEMBAHASAN

     A. Definisi Serta Hukum free Sex dalam Perspektif Islam

Kelangsungan hidup dan kelestarian jenis manusia tidak akan terwujud kecuali dengan berkumpulnya antara laki-laki dan wanita. Hal ini merupakan fitroh yang telah Alloh jadikan pada diri manusia, yang dengan fitroh ini sajalah dunia menjadi makmur, mengeluarkan perhiasannya dan menampakkan hasil-hasilnya. Sebagai konsekuensi atas fitroh yang telah Alloh jadikan pada manusia ini mendorong untuk bertemunya masing-masing jenis dengan lawan jenisnya, dengan bertemunya kedua jenis tersebut akan didapatkan dan diraih ketenangan, kecintaan dan kasih sayang. Seks pada hakekatnya merupakan dorongan naluri alamiah tentang kepuasan syahwat, dan dorongan naluri alamiah ini haruslah disalurkan sesuai dengan yang telah disyari’atkan oleh Sang Maha Pencipta yaitu dengan jalan pernikahan. Kalau seandainya manusia meninggalkan tobi’at dan perangai aslinya (menikah) sebagaimana kondisi kehidupan hewan dengan cara melakuakn free sex, niscaya hal ini akan menimbulkan kerusakan yang sangat besar, dimana akibat buruknya akan kembali dengan membawa bencana bagi seluruh manusia.

Free sex / seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.

Minggu, 18 November 2012

"Free Sex di Kalangan Remaja" Virus Maut yang Membudaya ((1))


Oleh Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnatu Kaswita
_Saddadahallohu wa Ghofaro Dzambahaa_


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:

BAB 1
PENDAHULUAN
               A. Latar Belakang

Manusia adalah mahluk yang paling tinggi martabatnya, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya peradaban manusia, banyak diantara manusia tidak lagi mengindahkan etika dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik berupa norma agama, moral, tata susila dan lain sebagainya. Sehingga banyak diantara mereka yang berperilaku diluar batas kemanusiaan. Salah satu contoh kongkrit yang akan penulis angkat dalam pembahasan risalah ini adalah perilaku free sex yang sudah mulai membudaya di tengah-tengah masyarakat kita. Dikatakan membudaya karena perilaku free sex ini telah menyebar dan menggejala secara luas di tengah-tengah masyarakat dalam kurun yang sama, bahkan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Perilaku seks bebas di kalangan remaja sudah tidak lagi menjadi hal yang asing dan langka ditemukan, tetapi sebaliknya sudah menjadi perilaku yang menjadi kebiasaan dikalangan sebagian remaja. Mereka tidak lagi merasa risih dan malu jika ada anggota keluarganya yang terjatuh ke dalam perilaku free sex, karena mereka menganggap orang lainpun telah menjadi pendahulu mereka, bahkan sebagian manusia yang fajir menganggap perilaku free sex sebagai bagian dari gaya hidup manusia modern dan orang yang tidak mau melakukannya dianggap sebagai orang kampungan, manusia kolot / konservatif, tidak mengetahui perkembangan zaman dan lain sebagainya  _Waliyyadzubillah_.

Jumat, 05 Oktober 2012

SURAT TERBUKA UNTUK PARA ORANG TUA

oleh: Abu Ja’far Al-Harits bin Dasril Al-Andalasy
–Semoga Alloh Senantiasa Mengkaruniakan Hidayah Kepadanya dan Kedua Orang Tuanya-
Darul Hadits Dammaj – Yaman
Robi’uts Tsany 1433

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, Aku bersaksi bahwa hanya Dia-lah yang berhak diibadahi, hanya Dia yang mampu memberikan taufik kepada orang yang jujur mencari kebenaran, dan memudahkan jalan ke surga bagi orang yang menempuh jalan menuntut ilmu agama-Nya. Sesungguhnya itu adalah keutamaan Alloh, yang dianugerahkan kepada orang-orang yang Dia kehendaki.    Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh dan hambanya-Nya, beliaulah yang telah menyampaikan petunjuk dari Robbnya, tidak ada yang luput dari apa yang disampaikannya. Barangsiapa yang menyelisihi sunnahnya, maka sungguh orang itu berada dalam kesesatan yang nyata. Amma ba’du,
Sungguh Alloh telah menjaga agama ini dengan memunculkan ulama-ulama Robbani yang silih-berganti mengayomi ummat, serta membangkitkan pemuda-pemuda yang bersemangat untuk menuntut ilmu agama mereka, mengambil bagian dari warisan nabi mereka. Seorang lelaki dari Madinah datang kepada Abu Darda’ Rodhiyallohu ‘Anhu, ketika itu beliau sedang berada di Damaskus. Maka Abu Darda’ berkata: “Apa yang menyebabkan kedatanganmu, wahai saudaraku ?”. Maka orang itu menjawab: “Sebuah hadits. Telah sampai kepadaku bahwa engkau menyampaikan hadits tersebut dari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam”. Beliau (Abu Darda’) berkata: “Apakah engkau datang karena keperluan lain ?”. Dia menjawab: “Tidak”. Beliau berkata lagi: “”Apakah engkau datang untuk berdagang ?”. Dia menjawab: “Tidak, aku datang hanya untuk meminta hadits tersebut”. Maka Abu Darda’ berkata: “Aku mendengar Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
من سلك طريقا يبتغي فيه علما سلك الله له طريقا إلى الجنة وإن الملائكة لتضع أجنحتها رضاء لطالب العلم وإن العالم ليستغفر له من في السموات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواب إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما إنما ورثوا العلم فمن أخذ به أخذ بحظ وافر
Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Alloh akan  memudahkannya untuk menempuh jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat menurunkan sayap-sayap mereka karena ridho kepada para penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim (orang berilmu) dimintai ampunan oleh penduduk langit dan bumi, sampai-sampai ikan yang berada di air. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ‘abid (orang yang rajin ibadah tapi ilmunya kurang) adalah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Dan sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang cukup”. (HR At-Tirmidzi, dishohihkan Imam Al-Albany)

Rabu, 26 September 2012

Sakit: Pemutus Cerita – Pemupus Derita (Bag.3)

Judul asli: ’Iyaadah wa Ifaadah
ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Minangkabawy Saddadahulloh
Darul Hadits – Dammaj, Yaman

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد
Bab Dua Belas: RIDHO
Keridhoan dalam menerima takdir ada dua bentuk. Pertama, ridho dengan perbuatan Alloh sekaligus mengandung ridho dengan yang ditakdirkan. Kedua, ridho dengan perbuatan Alloh, tapi tidak ridho dengan yang ditakdirkan. Ridho dengan perbuatan Alloh, membenarkan dan menerimanya, hukumnya wajib. Adapun ridho dengan sesuatu yang ditakdirkan -yang akan kita bahas disini-, maka hukumnya mustahab (sunat menurut istilah fiqh), derajatnya lebih tinggi dari sabar.
Syaikh Al-‘Utsaimin Rahimahulloh mengatakan: “Dari segi perbuatan yang mentakdirkan, maka wajib bagi seseorang untuk ridho dan bersabar. Adapun dari segi yang ditakdirkan, maka wajib baginya bersabar dan mustahab baginya ridho”. [Majmu’ Fatawa wa Rosa’il Al-‘Utsaimin 10/691]
Syaikhul Islam Rahimahulloh mengatakan: “Mayoritas ulama berpendapat bahwa keridhoan terhadap hal tersebut –yakni perkara yang telah terjadi- hukumnya mustahab -bukan wajib-, karena Alloh telah memuji orang-orang yang bersikap ridho dengan firman-Nya:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْه
“Alloh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Alloh”
Alloh hanya mewajibkan sabar dan memerintahkannya di berbagai ayat sementara tidak memerintahkan untuk ridho terhadap apa yang telah terjadi”. [Minhajus Sunnah 3/120]

Sakit: Pemutus Cerita – Pemupus Derita (Bag.2)

Judul asli: ’Iyaadah wa Ifaadah

ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Minangkabawy Saddadahulloh
Darul Hadits – Dammaj, Yaman

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد
Bab Enam: SESUNGGUHNYA YANG MENYEMBUHKAN ADALAH ALLOH. DIALAH YANG MENCIPTAKAN PENYAKIT DAN OBATNYA[1]
Kholilulloh Ibrohim ‘Alaihis Salam mengatakan:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Apabila aku sakit maka Dia-lah yang menyembuhkan” (QS Asy-Syu’aro’ 80)
Yaitu: Apabila aku jatuh sakit maka tidak ada apapun yang mampu akan kesembuhanku, selain-Nya [Tafsir Ibnu Katsir]
Kesadaran seorang hamba bahwa sakit dan kesembuhannya hanyalah di tangan Alloh, sebenarnya merupakan langkah awal dan paling utama baginya untuk mencapai kesembuhannya. Karena hal ini akan memperkuat dirinya untuk menerima kenyataan dan mendorong dirinya untuk mencurahkan segenap pengharapan. Kondisi tersebut bakal membuat jiwa seorang mukmin menjadi tenteram, karena dia telah menyerahkan urusannya pada satu-satunya yang bisa menyelesaikannya. Dia meyakini bahwa sakit dan sembuhnya adalah kebaikan baginya dan semua tidak akan lari dari takdirnya. Hati yang tenang akan membuat ringan apa yang ada di badan. Sebaliknya orang yang tidak menyadari atau lemah kesadarannya tentang perkara ini, justru menambah sakit yang ada di badan dengan rasa sesak dan sempit yang ada di dada karena dia menyerahkan perkaranya kepada sesuatu yang bukan sebagai penentu baik kepada dokternya maupun kepada obatnya.
Abu Romtsah Rodhiyallohu ‘Anhu mengatakan: “Aku dan ayahku pergi menemui Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, ketika itu aku masih anak-anak. Maka ayahku berkata kepada beliau: “Sesungguhnya aku adalah seorang Thobib maka perlihatkanlah kepadaku gumpalan daging yang ada dipunggungmu”. Beliau manjawab: “Apa yang akan engkau lakukan dengannya?”. Ayahku mengatakan: “Aku akan memotongnya”. Beliau berkata:
لست بطبيب ولكنك رفيق طبيبها الذي وضعها- وقال غيره- الذي خلقها
“Engkau bukanlah Thobib (yang menyembuhkan) akan tetapi engkau adalah perawat orang yang sakit. Adapun Thobibnya (Dzat yang menyembuhkannya) adalah yang meletakkannya” –periwayat (lain) mengatakan- “… adalah yang menciptakannya”. (HR Ahmad, dishohihkan Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil Rahimahullohu Ta’ala)
Karena memang pada kenyataannya seorang tabib atau dokter kerjanya adalah mendiagnosa suatu penyakit berdasar gejala yang ada dan memilih resep ataupun penanganan yang dipandang sesuai dengannya. Adapun kesembuhan semata-mata berada di tangan Alloh ‘Azza wa Jalla.
Pengharapan terhadap sesuatu yang keputusan tidak berada di tangannya justru akan berbuah kepada kekecewan yang bekal menjadi tekanan batin. Namun tidak berarti dengannya seseorang tidak berusaha mencari obat atau tidak berkonsultasi ke dokter. Karena pengharapan penuh kepada Alloh dan penempuhan sebab bukanlah sesuatu yang bertentangan, akan lewat pembahasannya insya Alloh Ta’ala.
Al Hafizh Ibnu Hajar Rohimahulloh mengatakan –dalam menjelaskan perkataan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:
أَنْتَ الشَافِي لا شَافِيَ إِلاَ أَنْتَ
“Engkaulah Asy Syafi (Yang Menyembuhkan) tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau”. (HR Muslim dari ‘Aisyah)
”Padanya terdapat isyarat bahwasanya setiap obat dan pengobatan yang berhasil mesti kebetulan pas dengan yang Alloh Ta’ala takdirkan. Kalau tidak, tidak akan manjur. [Fathul Bari 10/207]

Sakit: Pemutus Cerita – Pemupus Derita (Bag.1)

Judul asli: ’Iyaadah wa Ifaadah
ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Minangkabawy Saddadahulloh
Darul Hadits – Dammaj, Yaman
Pengantar Syaikh Muhammad bin ‘Ali bin Hizam Hafizhohulloh
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد
Saya telah membaca buku karya saudara kami yang mulia, da’i kepada Alloh Abu Ja’far Al-Harits bin Dasril Al-Indonisy, yang berjudul ‘Iyaadah wa Ifaadah. Maka saya melihat sebuah buku bermanfaat, dimana penulisnya telah mencurahkan kesungguhannya untuk menulisnya. Kami memohon kepada Alloh, agar menjadikan penulis dan bukunya bermanfaat bagi Islam dan muslimin, serta menganugerahkan kepadanya taufik, ketegaran dan kekokohan di dunia dan di akhirat.
Ditulis oleh: Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Ali bin Hizam Al-Fadhly Al-Ba’dany
Malam Jum’at, bertepatan dengan tanggal 28/11/1431

Kata Pengantar

Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan menyembuhkan kita dari penyakit-penyakit yang melelahkan. Kemudian shalawat dan salam kepada pemimpin para Rosul –teladan orang-orang yang bersabar-, serta orang orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat, hari Alloh memberi nikmat bagi kaum mukminin dan memberikan azab bagi kaum mujrimin. Amma Ba’du:
Sebab penulisan risalah ini adalah permintaan seorang saudara di negeriku yang menginginkan nasehat seputar sabar atas penyakit kronis yang menimpanya, sementara Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
حق المسلم على المسلم ست
“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam”
Dikatakan kepada beliau: “Apa-apa saja wahai Rosululloh?”. Beliau menjawab:
إذا لقيته فسلم عليه وإذا دعاك فأجبه وإذا استنصحك فانصح له وإذا عطس فحمد الله فشمته وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبِعه
“Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka nasihatilah. apabila dia bersin kemudian memuji Alloh maka doakanlah baginya, apabila dia sakit maka jenguklah, apabila dia meninggal maka hadirilah pemakamannya” (HR Muslim dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu)
Beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam juga mengatakan:
من استطاع منكم أن ينفع أخاه فليفعل
“Barangsiapa yang mampu memberikan manfaat bagi saudaranya maka lakukanlah” (HR Muslim dari Jabir bin ‘Abdillah Rodhiyallohu ‘Anhuma)
Beliau juga mengatakan:
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم، مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
“Permisalan kaum mukminin dalam saling mencintai, merahmati dan menyayangi sesama mereka adalah seperti sebuah jasad. Jika salah satu anggota badan merasakan sakit maka seluruh jasad saling menyeru untuk bertanggang dan merasakan demam” (HR Bukhory-Muslim dari Nu’man bin Basyir Rodhiyallohu ‘Anhu)
Karena itulah aku meminta tolong kepada Alloh untuk memenuhi permintaan. Kemudian melihat beberapa faidah yang ingin aku sertakan, maka aku berkeinginan untuk menjadikannya sebagai sebuah risalah yang semoga bisa bermanfaat bagi orang-orang yang sakit: aku, saudara tersebut maupun selain kami. Sebab, semestinya bagi seorang muslim untuk senantiasa memetik faidah di setiap keadaannya.
Orang yang sedang menderita sakit adalah orang yang paling dekat dalam menerima wejangan dan nasehat dengan perkataan Alloh, petunjuk Rosululloh serta pengarahan para ulama umat ini. Kedua hal tersebut lebih dia butuhkan ketimbang lelucon, cerita-cerita atau berbagai jenis ramuan, karena manfaat keduanya adalah di dunia dan akhirat. Aku meminta kepada Alloh untuk menjadikan risalah ini ikhlas  hanya bagi wajah-Nya yang mulia, bermanfaat bagiku di dunia dan akhirat, serta bagi siapa saja yang ingin mengambil dan menyebarkan faidah dari kitab ini. Allohlah yang memberikan taufik kepada kebenaran, Dialah tempat meminta pertolongan, Dialah tempat berserah diri, tidak ada upaya untuk menolak bahaya dan tidak ada kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kecuali dengan pertolongan-Nya. Cukuplah Dia bagi kita dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

Sabtu, 11 Agustus 2012

MENGIKAT TALI PERSAUDARAAN MEMUTUS SEBAB-SEBAB PERPECAHAN

oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Andalasy
–Semoga Alloh Mengampuninya-

بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد:

Persatuan di atas Al-Qur’an dan Sunnah dengan meniti jalan salaful ummah adalah perkara yang sangat melegakan hati. Sebaliknya perselisihan dan perpecahan merupakan sesuatu yang membuat sempit dan menyesakkan dada.

Saling mencintai di atas agama Alloh adalah sebuah keutamaan yang besar, namun banyak orang yang tidak menyadarinya dan lebih mengedepankan egonya. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Kamis, 31 Mei 2012

Untukku, Untukmu dan Kita Semua “Mari Kita Introspeksi Diri!”


Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu ‘anhaa wa waalidaihaa


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:
 Muhibbatul ‘ilmi anu ngajak seuri
Ngajak nyeungseurikeun diri
Majarkeun teh loba pangarti
Nyandang gelar tholabatul ‘ilmi
Tapi naha  ti bareto nepi ka kiwari
Laku lampah masih acan keneh syar’i?
Jauh tina pangarti anu geus nepi
Duh manusa, hayu urang benahkeun diri
Ngaca bari jeung introspeksi diri
Ulah tereh sombong bari jeung bangga diri
Pedah ceuk batur urang geus loba pangarti
Tuluy ngajauhan majalisul ‘ilmi
Ngarasa cukup ku elmu sa kecap komo bari jeung poho deui
Ulah kitu baraya jeung para wargi
Elmu nu geus aya hayu urang muroja’ah deui
Tuluy diterapkeun kana kahirupan urang pribadi
Ulah misil jalma-jalma anu dipapanceunan Tauroh nyaeta Yahudi
Maranehna teu ngalaksanakeun pituduh ti Illahi Robbi
Lir ibarat kalede nu dimomotan ku pirang-pirang kitab teu saukur hiji

Minggu, 05 Februari 2012

Menuai Petaka Meraup Dosa


Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu ‘anhaa wa waalidaihaa
  
 بسم الله الرحمن الرحيم
 
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وآله أجمعين أما بعد:

PENDAHULUAN

Alloh –Subhanahu wata’ala- telah berfirman di dalam Tanzil-Nya yang mulia :

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”(QS. Al Ma’idah : 3)

Alloh –Subhanahu wata’ala- telah menyempurnakan syari’at Islam dengan diturunkannya Al Qur’an secara sempurna dan As Sunnah sebagai penjelas, yang mana dengan keduanya Syari’at ini telah sempurna tanpa memerlukan tambahan atau pengurangan. Ajaran Islam yang kaamil mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari perkara yang paling besar, seperti perkara tauhid bahkan sampai perkara yang paling remeh sekalipun, seperti masalah istinja atau  menyinggirkan gangguan dari jalan.

Jumat, 06 Januari 2012

Infak-Infak Wahai yang Berlomba - Lomba dalam Kebaikan

Sumber : Disini
بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين محمد – صلى الله عليه وعلى آله وسلم- ورضي الله عن الصحب أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
Ini adalah risalah guru kami Sekh Al 'allaamah Abu Bakar bin Mahir Al mishriy yang mengajak seluruh kaum muslimin untuk membatu saudara mereka yang di Dammaj - semoga Allah ta'ala menjaganya dari kejelekan rofidhoh dan seluruh Ahlul ahwa' - semoga risalah ini bermanfa'at untuk kaum muslimin dan terkhusus Ahlussunnah Assalafiyun.

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah ta'ala dan keselamatan atas hamba-hambanya yang terpilih, amma ba'du : Ketahuilah wahai kaum muslimin - semoga Allah ta'ala merohmati kita semua - bahwasannya luka yang menimpa satu penuntut ilmu di Darul hadits salafiyah di Dammaj adalah musibah yang besar yang menimpa Ahlus Sunnah apalagi sampai terbunuhnya, sesungguhnya itu adalah musibah yang sangat amat besar.Ketahuilah - semoga Allah ta'ala memuliakan kita semua - sesungguhnya seribu orang yang terbunuh dari kalangan rofidhoh (syiah) dan terbunuhnya satu dari kalangaan penuntut ilmu, maka satu yang terbunuh itu adalah perbandingan yang sangat besar (walaupun hanya satu), seperti yang dikatakan :

Rabu, 14 Desember 2011

Bulan Alloh yang Mulia (Muharrom)

بسم الله الرحمن الرحيم
Penulis: Abu ‘Ubaid Fadhl bin Muhammad Arsyad Thalib
Rabu 11 Muharrom 1433H
Mangkutana , Luwu-Timur Sul-Sel

Segala puji bagi Alloh Dzat yang Maha Suci  yang menciptakan langit dan bumi , siang dan malam , dan menjadikan kegelapan dan cahaya , menjadikan siang dan malam silih berganti , hari demi hari ,bulan demi bulan tahun demi tahun bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau hendak bersyukur , yang berfirman dengan sebaik-baik ucapan :
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Maha suci Alloh yang telah menurunkan Al-Furqon (Al-Qur an) kepada hamba-Nya, agar menjadi peringatan bagi seluruh alam. Yang kepunyaan-Nya-lah langit dan bumi dan tidak mempunyai anak , dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasan-Nya , dan Dia menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan sebenar-benar ketetapan (Al-Furqoon 1-2)

Sabtu, 10 Desember 2011

Bolehkah Penggalangan Dana Melalui Yayasan / Kotak Infaq ?

Sumber : http://isnad.net/

بسم الله الرحمن الرحيم
TERKAIT PENGGALANGAN DANA UNTUK DAMMAJ MELALUI YAYASAN
Oleh: Abu Hatim al-Jazairy -semoga Alloh menjaganya-
Diterjemahkan: Abu ‘Ubaid Fadhl bin Muhammad -semoga Alloh menjaganya-
Mangkutana, Luwu Timur – Sulsel pada 14 Muharram 1433H
Sumber fatwa
الحمد لله  رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم،
ثم أما بعد
Berdasarkan permintaan sebagian Ikhwah yang mulia –semoga Alloh menjaga mereka- untuk menterjemahkan tanya jawab yang terkait dengan penggalangan dana yang ditujukan kepada saudara-saudara kita salafiyyun di Dammaj oleh Al-Akh Abu Hatim –hafidhzohulloh- yang didalamnya terdapat faidah ilmiyyah dorongan dan anjuran untuk ta’awun dan jihad di jalan Alloh . Maka dalam rangka ikut andil dalam perkara tersebut saya menjawab permintaan ini , semoga ilmu dan faidah yang terkandung didalamnya bisa lebih menyebar sehingga kaum muslimin dapat mengambil dan memahami perkara agama mereka, dan berikut tanya jawab yang dimaksudkan :[1]

Kamis, 01 Desember 2011

Mengurai Nashihat Untuk Jiwa yang Rapuh


  Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu 'anhaa wa waalidihaa

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:
Wahai saudaraku yang sedang ditimpa musibah, semoga Alloh menjaga dan memulyakanmu dengan sifat sabar di dalam menghadapinya. Sesungguhnya diantara ketentuan Alloh atas para hambanya adalah bahwa Alloh akan menguji mereka dengan berbagai macam musibah. Dan musibah-musibah ini berbeda macam dan jenisnya. Terkadang musibah itu menimpa badan, harta dan terkadang pula musibah itu menimpa anak keturunan. 

Sebagai  seorang manusia biasa, terlebih lagi seorang wanita tentu kita pernah merasakan betapa sempitnya dada ini saat menjalani berbagai ujian hidup. Merasa nelongso saat menatap betapa buramnya sketsa perjalanan hidup yang sedang kita lakoni. Kehidupan yang dijalani hampir tak pernah sepi dari riak badai dan gelombang ujian, jalan yang dilaluipun hampir tak pernah mulus, selalu saja ada aral melintang, onak dan duripun tak pernah jemu tuk menghadang. Saat jiwa semakin rapuh, mungkin akan hadir di benak kita sebuah tanya:

 “Mengapa kita diuji?”

Minggu, 16 Oktober 2011

Wahai Jiwa....,Bersabarlah {Sebuah Nashihat Untuk Diri}

Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu 'anhaa wa waalidihaa

  بسم الله الرحمن الرحيم
  إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. 

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة، وخلق منها زوجها، وبث منهما رجالا كثيرا ونساء، واتقو الله الذي تساءلون به والأرحام، إن الله كان عليكم رقيبا. 

يا أيها الذين آمنوا اتقو الله وقولوا قولا سديدا، يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.

أما بعد، فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد r، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

 Akhowatiy fillah _Baarokallahu fiikunna_pada kesempatan pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama-sama memanjatkan puji-pujian yang sempurna kepada Allah U, Dzat Yang Maha Sempurna dari segala sisinya. Yang mana dengan kesempurnaan tersebut Allah telah mencurahkan selaksa nikmatnya kepada kita semua. Alloh U telah memberikan kepada kita, umat Islam, kenikmatan yang sangat banyak. Kenikmatan yang banyak ini tidak ada yang mampu untuk menghitungnya selain Dzat Yang memberikannya. Alloh U berfirman:

Jumat, 14 Oktober 2011

Salah Satu Kiat Menjaga Hafalan Al Qur'an Adalah Memilih Istri Sholihah

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:
Seorang penghafal Al Qur’an harus pula memilih calon istri yang bisa membantu dirinya untuk terus berlangsungnya Al Qur’an berada di lubuk hatinya, karena istri merupakan pendamping bagi suami dalam mengayuh biduk rumah tangga, sehingga kehadiran seorang istri mempunyai peranan penting dalam pembentukkan karakter dan perilaku sang suami. Apabila kita cermati fenomena hidup yang terjadi dalam masyarakat, maka akan kita dapati realitas hidup yang memilukan, dimana ada sebagian orang yang dulunya rajin ibadah, ta’allum dan menghafal Al Qur’an  kemudian mendapatkan istri yang mata duitan (matrealistis) yang tidak bisa menerima kenyataan, tidak siap hidup faqir, menginginkan perhiasan dunia dan segala macam hal, maka suami harus banting tulang, peras keringat,  bekerja siang malam untuk memenuhi tuntutan sang istri. Sehingga Al Qur’anpun sirna sedikit demi sedikit. Sungguh sangat ironis keadaan yang demikian ini. Padahal kalau saja mereka mengetahui bahwasannya Al Qur’an lebih tinggi nilainya daripada istri yang cantik dan segala perhiasan dunia niscaya mereka tidak akan menjadi orang-oarang yang tertipu.