Minggu, 05 Februari 2012

Menuai Petaka Meraup Dosa


Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu ‘anhaa wa waalidaihaa
  
 بسم الله الرحمن الرحيم
 
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وآله أجمعين أما بعد:

PENDAHULUAN

Alloh –Subhanahu wata’ala- telah berfirman di dalam Tanzil-Nya yang mulia :

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”(QS. Al Ma’idah : 3)

Alloh –Subhanahu wata’ala- telah menyempurnakan syari’at Islam dengan diturunkannya Al Qur’an secara sempurna dan As Sunnah sebagai penjelas, yang mana dengan keduanya Syari’at ini telah sempurna tanpa memerlukan tambahan atau pengurangan. Ajaran Islam yang kaamil mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari perkara yang paling besar, seperti perkara tauhid bahkan sampai perkara yang paling remeh sekalipun, seperti masalah istinja atau  menyinggirkan gangguan dari jalan.

Jumat, 06 Januari 2012

Pembahasan Tuntas Mengenai Hukum TV dan Permasalahan-permasalahan Seputarnya Disertai Bantahan untuk Syubhat-syubhat yang Lemah Tentang Bolehnya TV Masuk Rumah

Sumber : http://isnad.net/
بسم الله الرحمن الرحيم

Ditulis oleh:
Abu Zakaria Irham bin Ahmad Al-Jawi
-Semoga Alloh mengampuni dosa-dosanya-

Darul Hadits Dammaj, 29 Dzulqo’dah 1432H
-Semoga Alloh menjaganya dari segala kejelekan-

Muqoddimah Penulis

﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا * قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا
مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا﴾
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده روسوله. صلى الله عليه وعلى أله وأصحابه أجمعين. أما بعد:
Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:
«إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرّ وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرمَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ الله مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ الله مَفَاتِيحَ الشَّرعَلَى يَدَيْهِ».
“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi kunci-kunci (pembuka) kebaikan dan penutup kejelekan. Dan di antara manusia (juga ada) yang menjadi kunci pembuka kejelekan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Alloh jadikan sebagai kunci kebaikan dan penutup kejelekan di tangannya, dan celakalah orang yang Alloh jadikan sebagai pembuka kejelekan dan penutup kebaikan”. (HR Ibnu Majah dan yang lainnya dari Anas bin Malik radhiyAllohu ‘anhuma, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shohihah: 1332).
Setiap muslim tentunya menginginkan dirinya untuk menjadi kunci kebaikan dan sebagai penutup kejelekan. Namun tidaklah hal tersebut bisa terwujud kecuali jika dia berjalan di atas tuntunan syariat. Sebab kebaikan dan kejelekan, yang mengetahui hakekatnya adalah Pembuat syariat yang mulia ini, bukan perasaan dan hawa nafsu masing-masing pribadi.

Infak-Infak Wahai yang Berlomba - Lomba dalam Kebaikan

Sumber : Disini
بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين محمد – صلى الله عليه وعلى آله وسلم- ورضي الله عن الصحب أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
Ini adalah risalah guru kami Sekh Al 'allaamah Abu Bakar bin Mahir Al mishriy yang mengajak seluruh kaum muslimin untuk membatu saudara mereka yang di Dammaj - semoga Allah ta'ala menjaganya dari kejelekan rofidhoh dan seluruh Ahlul ahwa' - semoga risalah ini bermanfa'at untuk kaum muslimin dan terkhusus Ahlussunnah Assalafiyun.

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah ta'ala dan keselamatan atas hamba-hambanya yang terpilih, amma ba'du : Ketahuilah wahai kaum muslimin - semoga Allah ta'ala merohmati kita semua - bahwasannya luka yang menimpa satu penuntut ilmu di Darul hadits salafiyah di Dammaj adalah musibah yang besar yang menimpa Ahlus Sunnah apalagi sampai terbunuhnya, sesungguhnya itu adalah musibah yang sangat amat besar.Ketahuilah - semoga Allah ta'ala memuliakan kita semua - sesungguhnya seribu orang yang terbunuh dari kalangan rofidhoh (syiah) dan terbunuhnya satu dari kalangaan penuntut ilmu, maka satu yang terbunuh itu adalah perbandingan yang sangat besar (walaupun hanya satu), seperti yang dikatakan :

Tabayyun Menurut Ahlus Sunnah ” Berbeda Dengan Hawa Nafsu Ahlul Bid’ah “

Sumber : http//isnad.net
Disusun Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsi Al Indunisiy
Di Darul Hadits Salafiyyah Dammaj Yaman
-semoga Alloh menjaganya-
Malam Rabu, tanggal 11 Shofar 1433 H
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي قال: }وما أمروا إلا ليعبدوا اللَّه مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة{ وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً عبده ورسوله الذي قال: ((إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى. فمَنْ كانت هجرته إِلَى اللَّه ورسوله فهجرته إِلَى اللَّه ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إِلَى ما هاجر إليه)) اللهم صل وسلم على محمد وآله أجمعين أما بعد:
Sesungguhnya Alloh ta’ala telah menurunkan Al Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi para hamba-Nya. Alloh ta’ala berfirman:
إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al Isro: 9).
Dan Alloh telah memudahkan Al Qur’an bagi kaum Mukminin yang niatnya bersih, dan bersungguh-sungguh mencurahkan daya untuk mempelajari dan memahaminya. Alloh ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

Ketika Kecemburuan di Hati Semakin Membuncah


 Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu ‘anhaa wa waalidaihaa
 
Ketika matahari hampir ketengah
Menghias langit begitu indah
Terangi alam nan teramat megah
Ciptaan Allah Yang Maha Pemurah
Ketika kecemburuan di hati semakin membuncah
Terhadap eksistensi da’wah salafiyyah
Yang senantiasa dirongrong makar hizbiyyah
 Tuk cerai beraikan barisan ahlu sunnah
Maka ku mulai torehkan tinta tuk menyulam faidah
Sekedar ingatkan dari bahaya hizbiyyah

Minggu, 25 Desember 2011

Ucapan Syukur (Terima Kasih) Syaikh YahyaAl Hajuri Kepada Pihak-Pihak Yang Memiliki Rasa prihatin dan Membantu Ahlu Dammaj

Sumber : Disini

Direkam perkataan Syaikh Yahya pada Malam Rabu 26 Muharram 1433H

Bismillahirrahmanirrahiim

Bab.Perkataan Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam
“Tidak bersyukur Kepada Alloh orang yang tidak bersyukur kepada Manusia”
Ucapan syukur kepada setiap orang yang merasa prihatin (sedih) terhadap kami, dan atas apa yang terjadi dari pengempungan, hantaman tank-tank, meriam, senjata berat dan Senjata-senjata lainnya.  Yang mana pemimpin (orang-orang) tersebut Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh al-Walid Robi’ bin Hadi al-Madkholi -hafidzhahulloh- dan Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh al-Walid Abdul Muhsin al-Abbad -hafidzhahulloh- dan Fadhilatul al-Allamah asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi -hafidzhahulloh-

Jumat, 23 Desember 2011

Kematian Semakin Dekat Kemanapun Kamu Pergi Pasti Akan Dijemput


Ditulis oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbori
-Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya-
Darul Hadits Dammaj, 15 Dzulhijjah 1432H
BAB I
PENDAHULUAN
بسم الله الرحمن الرحيم
Ketika kaum Rowafidh –semoga Allah membinasakan mereka- merencanakan makar terhadap Darul Hadits Dammaj dan berupaya untuk menguasainya bersamaan dengan itu kaum hizbiyyun yang dipelopori oleh Abdurrahman bin Mar’i Al-Adni dan jaringannya dintara mereka Luqman bin Muhammad Ba’abduh dan komplotannya bergerak pula dengan menjalankan makar terhadap Darul Hadits Dammaj. Kalau kaum Rowafidh –semoga Allah menutunkan azab kepada mereka- melakukan makar berupa gerakan persenjataan dan embargo, sedangkan kaum hizbiyyun melakukan makar berupa politik adu domba. Kedua kelompok tersebut memiliki kesamaan visi dan misi dalam melakukan makar terhadap Darul Hadits Dammaj yaitu supaya para penuntut ilmu keluar dari Darul Hadits Dammaj dan disamping itu mereka terus mencegah agar orang-orang tidak menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj.
Disaat kaum Rawafidh –semoga Allah menurunkan malapetaka kepada mereka- semakin terlihat memiliki ambisi besar untuk menguasai Darul Hadits Dammaj maka para hizbiyyin yang masih tersisa di Darul Hadits Dammaj satu persatu mulai meninggalkan Dammaj [1], begitu pula para pengkhianat dakwah ketika menyaksikan bahwa kaum Rawafidh sangat berambisi untuk menguasai Dammaj mulailah para pengkhianat tersebut menyusun rencana untuk kabur dari Darul Hadits Dammaj, padahal sebelumnya mereka berkata: “Kami akan lama di Dammaj, kami mau membeli rumah di Dammaj! kami mau benar-benar menuntut ilmu di Dammaj! kami….dan kami….” Sebelum kabur dari Dammaj mereka ditanya: Katanya mau lama di Dammaj? Mereka menjawab: “Kami akan balik ke Dammaj, kami mau safar karena begini dan begitu… kami mau balik ke Dammaj segera… kami dan kami….”.

Rabu, 21 Desember 2011

Hukum Pandangan Seorang Wanita kepada Kaum Lelaki dari Balik Kerudungnya

  بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:
Soal : Apakah diperbolehkan bagi seorang wanita memandang kaum lelaki dari balik kerudungnya?

Jawab : Alloh –Subhanahu wa Ta’ala- telah berfirman di dalam Kitab-Nya Yang Mulia :

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(QS. An Nuur : 30)

Al Imam Al Bukhori  -Rohimahullohu Ta’ala-  berkata (11/503): “Telah berkata kepadaku Mahmud bin Ghoilan “Telah berkata kepada kami  Abdurrozzaq, ia berkata “Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thowus, ia berkata :”Tidaklah aku melihat sesuatu yang lebih serupa dengan Al Lamam (dosa kecil) daripada apa yang telah dikatakan  oleh Abu Hurairoh –Rodhiyallohu ‘anhu- dari Nabi –Sholallohu ‘alaihi wa salaam- bersabda :

Selasa, 20 Desember 2011

Wasiat Sang penunggu Syahadah



بسم الله الرحمن الرحيم
Dari Saudara kami Fadhil al-Harsi al-Wadi’iyrahimahulloh-
Beliau wafat pada hari senin 3 Muharram 1433H
dan Qosidah ini beliau bacakan sebelum beliau meninggal

Berdirilah wahai utusanku kumandangkalah kabar akhir dari kami
Bersegeralah mengabarkan yang terjadi di Dammaj dan penduduknya (para pejuangnya)
Ceritakan pada manusia kabar tersebut yang harus mereka dengar tentang kami
Islam adalah agama kami dan perang surga kami
Kami mempersilahkan bagi orang yang hendak memetik dan menyebarkan (kabar tersebut)
Kami mati dalam kemulian selamanya (sebagai syahid InsyaAlloh) dan
hidup-pun diatas kemulian tersebut

Sabtu, 17 Desember 2011

بياني للناصحين

Oleh : Ummu Abdirrohman Najiyah Ibnat Kaswita
Ghoffarollohu ‘anhaa wa waalidaihaa
     بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاةوالسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أما بعد:
Sudah menjadi sunnatulloh yang berlaku dalam kehidupan manusia, bahwasanya dalam sebuah kebijakkan akan selalu menimbulkan reaksi, baik reaksi yang bersifat positif maupun negative. Tidak hanya kebijakkan yang diambil oleh elit politik saja (baik ditingkat eksekutif, legislative maupun yudikatif) yang dapat memancing reaksi manusia baik yang pro maupun yang kontra, bahkan kebijakkan yang diambil oleh seorang individupun bisa saja menimbulkan reaksi pro dan kontra. Sebagai contoh kongkrit adalah kebijakkan ana untuk membuat blog yang ana beri judul “Muhibbatul 'Ilmi”.

Sungguh telah banyak masukan yang disampaikan kepada ana baik dari pihak yang pro maupun yang kontra sebagai reaksi atas kebijakkan yang ana ambil. Dan insyaAlloh masukkan-masukkan tersebut sangat berharga, dan ana pun menyadari bahwa tidaklah mereka memberikan masukkan  kecuali didasari oleh rasa cinta yaitu “menghendaki kebaikan bagi saudaranya”. Dalam rangka beramal dengan hadits Nabi_sholallohu ‘alaihi wa salaam :
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه